Nama : Jessica Evelynne Febrianne Manuel ( 17 / X MM 2 )
SMKN 11 SEMARANG
Pengertian Sistem Operasi Komputer ( Operating System )
Adalah
perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan
kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar
sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program
pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan
pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam
hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer
dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah
Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan
layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum
tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan
antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi
melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan
dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas
inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sebelum memulai instalasi, pastikan kalian memenuhi syarat-syarat berikut :
1. Spesifikasi PC
2. Tipe processor 32-bit atau 64-bit
3. wajib siapkan driver windows yang dibutuhkan untuk memaksimalkan kinerja sistem Windows.
4. software atau aplikasi untuk laptop yang paling penting, karena setelan windows hanya menyediakan aplikasi secara terbatas
Jenis-jenis instalasi OS :
1. Instalasi Baru
Instalasi ini bisa digunakan apabila jaringan yang akan dibangun
merupakan jaringan yang baru ataupun adanya penambahan perangkat server
yang baru karena tak mendukung sistem operasi jaringan yang ada saat
ini. Apabila Anda memilih pilihan ini, maka semua data yang terdapat di
partisi terpilih akan dihapus. Apabila ada aplikasi yang sebelumnya
telah terinstall pada sistem operasi yang lama, maka aplikasi tersebut
perlu untuk diintal kembali.
2. Multi-boot
Jika memang disyaratkan untuk memiliki adanya lebih dari 1 sistem
operasi di dalam 1 komputer, maka pilihan ini memang pilihan yang tepat
untuk memungkinkan penggunaan lebih dari 1 sistem operasi. Nantinya, setiap sistem operasi tersebut akan ditempatkan di partisinya
masing-masing. Maka dari itu, perlu adanya persiapan partisi yang cukup
sebelum memulai untuk melakukan instalasi multi-boot ini.
3. Upgrade
Pilihan ini banyak digunakan di dalam sistem-sistem jaringan yang telah
berjalan. Pilihan ini dilakukan karena adanya perbaikan fitur yang ada
pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena adanya fitur
baru yang memang diperlukan. Dengan memilih pilihan ini, aplikasi yang telah terinstall sebelumnya
mungkin akan bisa digunakan setelah proses upgrade. Opsi upgrade hanya
akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.
4. Virtualisasi
Pilihan ini banyak digunakan di dalam sistem-sistem jaringan yang telah
berjalan. Pilihan ini dilakukan karena adanya perbaikan fitur yang ada
pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena adanya fitur
baru yang memang diperlukan. Dengan memilih pilihan ini, aplikasi yang telah terinstall sebelumnya
mungkin akan bisa digunakan setelah proses upgrade. Opsi upgrade hanya
akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.
Cara instalasi :
1. Windows 7
a. Langkah pertama nyalakan komputer, ketika komputer booting. Tekan Esc
untuk memasuki Boot Menu (setiap BIOS mempunyai cara yang be\\rbeda-beda
untuk membuka Boot Menu, namun secara deafult biasanya menggunakan
tombol Esc). Kemudian masukkan DVD installasi Windows 7 ke CD/DVD-ROM.
b. Setelah itu pilih Boot Menu melalui CD/DVD-ROM Drive, gunakan arah untuk memilih yang diakhiri dengan Enter. Tunggu sampai loading dari booting installasi Windows 7 selesai.
c. pilih bahasa, zona waktu dan input keyboard yang kamu gunakan dan klik Next.
d. Kemudian klik Install now untuk memulai proses installasi Windows 7.
e. Berikan centang pada I accept the license terms, caranya dengan mengklik dan kemudian klik Next.
f. Lalu klik Custom (advanced) untuk menginstall Windows 7, kalau kamu menggunakan Windows XP dan ingin menjadikannya Windows 7. Kamu bisa memilih Upgrade.
g Pilih partisi yang akan kamu install Windows 7, bila kamu hanya memiliki satu partisi saja. Sebaiknya kamu memecah partisi dengan menggunakan Drive options, kemudian install Windows 7 pada partisi yang berada diatas sendiri atau primary disk dan tekan Next. Tunggu sampai proses instal Windows selesai, kemudian komputer akan restart jika proses installasi selesai
h. Ketika komputer menyala kembali, kamu diminta untuk memasukkan nama dan nama komputer dan klik Next jika sudah.
i. Kemudian isikan product key yang tertera pada wadah DVD installasi Windows 7 dan klik Next.
j. Lalu setting jam dan tanggal dan jua time zone, setelah itu klik Next.
k. selesai
2. Windows 8
a. Masukkan DVD instalasi Windows 8.1 Anda. Kemudian pastikan PC Anda telah diset untuk booting CD/DVD Rom pada biosnya.
b. Biarkan komputer Anda booting dengan DVD Windows 8.1 tersebut hingga muncul pilihan Language, Time, dan Keyboard. Biarkan saja default dan klik saja Next.
c. Kemudian klik tombol install now untuk melanjutkan
d. Kemudian centang tulisan I Accept pada jendela License terms yang muncul, hingga tombol next dapat diklik.Setelah itu ada dua pilihan yang muncul. Pilihan pertama adalah upgrade Windows Anda sebelumnya, yang kedua custom. Pilih yang kedua untuk proses install ulang dan menghapus windows sebelumnya. Dan apabila tidak ingin menghapus semua data, cukup klik Upgrade.
e. Kemudian jendela Drive atau lokasi partisi yang akan Anda install Windows 8.1 tersebut. Klik New untuk membuat partisi baru, dan masukkan jumlah besar kapasitas untuk partisi tersebut. Karena, disini hanya menggunakan satu partisi saja jadi, langsung saja mengklik tombol Apply.
f. Setelah Anda mengklik tombol apply maka akan terbentuk 2 partisi baru. Klik partisi yang jumlah kapasitasnya lebih besar sebagai lokasi instalasi Windows 8.1 Anda. Kemudian klik Next.
g. Proses penginstalan windows pun berjalan. Silahkan Anda tunggu hingga komputer Anda restart sendiri.
h. Setelah proses restart, komputer akan booting dengan sendirinya. Saat booting ini ubah bios Anda untuk booting ke hardisk jangan ke DVD lagi. Karena ini akan mengulang proses instalasi tersebut.
i. Isi serial numer atau product key dari DVD Windows 8.1 yang telah disediakan saat Anda membeli DVD tersebut. Lalu klik Next.
3. Windows 10
a.Nyalakan komputer atau Laptop. Khusus yang memakai Flashdisk sebagai media instalasi, masukan terlebih dahulu Flashdisknya sebelum PC dinyalakan, agar terdeteksi sama PC.
b. Atur “Boot” atau “Booting” Pertama di Menu BIOS atau UEFI (Tampilan bermacam-macam tergantung MERK).
c.Masukan DVD Windows 10 buat yang memakai drive-optic sebagai medianya
d. Jika pengaturan Boot sudah benar, maka simpan atau “save” dan “restart”, nanti akan tampil seperti gambar dibawah, kemudian tekan ENTER untuk memulai proses instalasinya.
e. Pilih Bahasa “English” kemudian klik “Next”.
f, Klik “Install now” untuk melanjutkan.
g. Masukan “Product Key” windows 10.
h. Klik kotak kecil “I Accept the license terms”, dan kemudian klik “Next”.
i. Pilih “Custom: Install Windows only (Advanced)”. Ini adalah prosedur “Clean Install” dan mulai instalasi dari awal agar sistem operasi terbebas dari virus dan bersih.
j. Pilih “Custom: Install Windows only (Advanced)”. Ini adalah prosedur “Clean Install” dan mulai instalasi dari awal agar sistem operasi terbebas dari virus dan bersih.
k. Memulai proses transfer dan instalasi secara otomatis.
l. Bagi yang memakai Flashdisk, maka Flashdisknya WAJIB dicabut ketika restart, agar tidak terjadi pengulangan.
m. Setelah restart otomatis beberapa kali, nanti diminta memasukan data nama dan pengaturan, bisa diisi bebas.
n. Selesai
4. Linux ( Distro Ubuntu )
a. Colokkan flashdisk ke laptop Anda. Restart komputer Anda lalu tekan F2, Esc, F12 atau tombol lainnya (tergantung pada pengaturan PC/ laptop masing-masing) untuk masuk ke BIOS komputer.
b. Setelah masuk ke BIOS, pilih tab “Boot“. Nah, pada Boot Option Priorities, tempatkan bootable flashdisk di posisi teratas seperti pada gambar dibawah ini. Sedangkan, untuk yang lainnya hanya mengikut saja yang terpenting hanya bootable flashdisk.
c. Pilih tab Save and Exit, tekan Enter pada opsi Save and Exit maka laptop/PC akan restart secara otomatis atau tekan tombol F10 pada keyboard.
d. Selanjutnya, tunggu loading proses penginstalan Ubuntu.
e. Pilih bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Disini, saya memilih English (default) agar lebih bisa dimengerti. Lalu, klik Install Ubuntu.
f. Jika Anda terkoneksi dengan internet, Anda dapat mencentang pada bagian Install third-party software for graphics dan Wi-Fi hardware, Flash, MP3 and other media. Anda juga dapat mencentang bagian Download update while installing Ubuntu jika Anda yakin koneksi internet Anda kencang karena jika Anda memilih opsi ini maka proses instalasi berjalan lama karena sekalian update dan kemungkinan bisa error jika tiba-tiba koneksi internet terputus. Lalu, klik Continue. Tapi, jika Anda tidak memiliki koneksi internet, langsung saja klik Continue tanpa perlu mencentang apapun.
g. Di bagian Installation type, pilih Something else lalu klik Continue. Anda dapat memilih opsi lain sesuai kebutuhan Anda, disini saya memilih Something else agar saya dapat membuat partisi saya sendiri jadi data di Windows (karena laptop saya dual-boot) tidak terformat.
h. Sekarang, kita masuk ke bagian partisi. Seperti pada gambar dibawah ini, kita belum memiliki partisi apapun sebelumnya. Klik New Partition Table untuk mulai membuat partisi baru. Klik Continue
i. Disini, kita saya memiliki kapasitas 10 GB yang nantinya dibagi menjadi 2 partisi. Pada partisi pertama yaitu Swap Area digunakan oleh sistem sebagai memori cadangan jika sistem kehabisan memori dan pada partisi yang kedua yaitu Root untuk menyimpan data-data pribadi dan tempat Ubuntu terinstal. Untuk membuat sebuah partisi klik tanda plus (+).
j. Pertama, kita akan membuat partisi Swap. Tentukan ukuran dari partisi ini sesuai keinginan Anda tetapi saya sarankan jangan terlalu besar. Disini ukuran Swap saya 1GB. Kemudian, pilih “Primary” lalu pilih “Beginning of this space”. Di kotak Use as pilih “swap area”. Menurut saya, partisi swap area merupakan partisi yang sangat penting (harus ada). Lalu klik OK.
k. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah. Kemudian, pilih bagian yang free space, kemudian klik add atau tanda plus (+) seperti pada gambar.
l. Kedua, kita akan membuat partisi Root. Kemudian, pilih “Logical” lalu pilih “Beginning of this space”. Di kotak Use as pilih “Ext4 journaling file system” dan pada kotak Mount point pilih /. Klik OK.
m. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar dibawah ini. Terdapat 2 buah partisi yaitu swap area dan /. Klik Install Now. Klik Continue.
n. Untuk zona waktu, saya memilih Medan (lokasi dimana saya berada), lalu klik Continue.
o. Pilih bahasa inputan keyboard disini saya memilih English (US)
p. Selanjutnya, isi data untuk user secara lengkap seperti pada gambar dibawah ini. Setelah selesai, klik Continue.
q. Tunggu sampai proses penginstalan dan penyalinan data sistem operasi selesai. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-30 menit.
r. Setelah proses instalasi selesai. Klik Restart Now
s. Nah, sekarang Anda sudah berhasil menginstal Ubuntu di laptop/PC Anda. Masukkan password yang sudah Anda buat tadi untuk masuk ke Ubuntu.
5. Virtual Box
a. Download dahulu software VirtualBoxnya, pada saat artikel ini dibuat adalah VirtualBox 5.1.20 platform.
b. Setelah didownload, silahkan doubleklik pada VirtualBox tersebut.
c. Maka akan muncul proses instalasi VirtualBox, klik next
d. Kemudian akan muncul pilihan feature, default ceklist semuanya kemudian tunggu hingga selesai instalasi.
e. Selesai instalasi, aplikasi VirtualBox sudah siap digunakan.
f. Lalu klik Custom (advanced) untuk menginstall Windows 7, kalau kamu menggunakan Windows XP dan ingin menjadikannya Windows 7. Kamu bisa memilih Upgrade.
g Pilih partisi yang akan kamu install Windows 7, bila kamu hanya memiliki satu partisi saja. Sebaiknya kamu memecah partisi dengan menggunakan Drive options, kemudian install Windows 7 pada partisi yang berada diatas sendiri atau primary disk dan tekan Next. Tunggu sampai proses instal Windows selesai, kemudian komputer akan restart jika proses installasi selesai
h. Ketika komputer menyala kembali, kamu diminta untuk memasukkan nama dan nama komputer dan klik Next jika sudah.
i. Kemudian isikan product key yang tertera pada wadah DVD installasi Windows 7 dan klik Next.
j. Lalu setting jam dan tanggal dan jua time zone, setelah itu klik Next.
k. selesai
2. Windows 8
a. Masukkan DVD instalasi Windows 8.1 Anda. Kemudian pastikan PC Anda telah diset untuk booting CD/DVD Rom pada biosnya.
b. Biarkan komputer Anda booting dengan DVD Windows 8.1 tersebut hingga muncul pilihan Language, Time, dan Keyboard. Biarkan saja default dan klik saja Next.
c. Kemudian klik tombol install now untuk melanjutkan
d. Kemudian centang tulisan I Accept pada jendela License terms yang muncul, hingga tombol next dapat diklik.Setelah itu ada dua pilihan yang muncul. Pilihan pertama adalah upgrade Windows Anda sebelumnya, yang kedua custom. Pilih yang kedua untuk proses install ulang dan menghapus windows sebelumnya. Dan apabila tidak ingin menghapus semua data, cukup klik Upgrade.
e. Kemudian jendela Drive atau lokasi partisi yang akan Anda install Windows 8.1 tersebut. Klik New untuk membuat partisi baru, dan masukkan jumlah besar kapasitas untuk partisi tersebut. Karena, disini hanya menggunakan satu partisi saja jadi, langsung saja mengklik tombol Apply.
f. Setelah Anda mengklik tombol apply maka akan terbentuk 2 partisi baru. Klik partisi yang jumlah kapasitasnya lebih besar sebagai lokasi instalasi Windows 8.1 Anda. Kemudian klik Next.
g. Proses penginstalan windows pun berjalan. Silahkan Anda tunggu hingga komputer Anda restart sendiri.
h. Setelah proses restart, komputer akan booting dengan sendirinya. Saat booting ini ubah bios Anda untuk booting ke hardisk jangan ke DVD lagi. Karena ini akan mengulang proses instalasi tersebut.
i. Isi serial numer atau product key dari DVD Windows 8.1 yang telah disediakan saat Anda membeli DVD tersebut. Lalu klik Next.
3. Windows 10
a.Nyalakan komputer atau Laptop. Khusus yang memakai Flashdisk sebagai media instalasi, masukan terlebih dahulu Flashdisknya sebelum PC dinyalakan, agar terdeteksi sama PC.
b. Atur “Boot” atau “Booting” Pertama di Menu BIOS atau UEFI (Tampilan bermacam-macam tergantung MERK).
c.Masukan DVD Windows 10 buat yang memakai drive-optic sebagai medianya
d. Jika pengaturan Boot sudah benar, maka simpan atau “save” dan “restart”, nanti akan tampil seperti gambar dibawah, kemudian tekan ENTER untuk memulai proses instalasinya.
e. Pilih Bahasa “English” kemudian klik “Next”.
f, Klik “Install now” untuk melanjutkan.
g. Masukan “Product Key” windows 10.
h. Klik kotak kecil “I Accept the license terms”, dan kemudian klik “Next”.
i. Pilih “Custom: Install Windows only (Advanced)”. Ini adalah prosedur “Clean Install” dan mulai instalasi dari awal agar sistem operasi terbebas dari virus dan bersih.
j. Pilih “Custom: Install Windows only (Advanced)”. Ini adalah prosedur “Clean Install” dan mulai instalasi dari awal agar sistem operasi terbebas dari virus dan bersih.
k. Memulai proses transfer dan instalasi secara otomatis.
l. Bagi yang memakai Flashdisk, maka Flashdisknya WAJIB dicabut ketika restart, agar tidak terjadi pengulangan.
m. Setelah restart otomatis beberapa kali, nanti diminta memasukan data nama dan pengaturan, bisa diisi bebas.
n. Selesai
4. Linux ( Distro Ubuntu )
a. Colokkan flashdisk ke laptop Anda. Restart komputer Anda lalu tekan F2, Esc, F12 atau tombol lainnya (tergantung pada pengaturan PC/ laptop masing-masing) untuk masuk ke BIOS komputer.
b. Setelah masuk ke BIOS, pilih tab “Boot“. Nah, pada Boot Option Priorities, tempatkan bootable flashdisk di posisi teratas seperti pada gambar dibawah ini. Sedangkan, untuk yang lainnya hanya mengikut saja yang terpenting hanya bootable flashdisk.
c. Pilih tab Save and Exit, tekan Enter pada opsi Save and Exit maka laptop/PC akan restart secara otomatis atau tekan tombol F10 pada keyboard.
d. Selanjutnya, tunggu loading proses penginstalan Ubuntu.
e. Pilih bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Disini, saya memilih English (default) agar lebih bisa dimengerti. Lalu, klik Install Ubuntu.
f. Jika Anda terkoneksi dengan internet, Anda dapat mencentang pada bagian Install third-party software for graphics dan Wi-Fi hardware, Flash, MP3 and other media. Anda juga dapat mencentang bagian Download update while installing Ubuntu jika Anda yakin koneksi internet Anda kencang karena jika Anda memilih opsi ini maka proses instalasi berjalan lama karena sekalian update dan kemungkinan bisa error jika tiba-tiba koneksi internet terputus. Lalu, klik Continue. Tapi, jika Anda tidak memiliki koneksi internet, langsung saja klik Continue tanpa perlu mencentang apapun.
g. Di bagian Installation type, pilih Something else lalu klik Continue. Anda dapat memilih opsi lain sesuai kebutuhan Anda, disini saya memilih Something else agar saya dapat membuat partisi saya sendiri jadi data di Windows (karena laptop saya dual-boot) tidak terformat.
h. Sekarang, kita masuk ke bagian partisi. Seperti pada gambar dibawah ini, kita belum memiliki partisi apapun sebelumnya. Klik New Partition Table untuk mulai membuat partisi baru. Klik Continue
i. Disini, kita saya memiliki kapasitas 10 GB yang nantinya dibagi menjadi 2 partisi. Pada partisi pertama yaitu Swap Area digunakan oleh sistem sebagai memori cadangan jika sistem kehabisan memori dan pada partisi yang kedua yaitu Root untuk menyimpan data-data pribadi dan tempat Ubuntu terinstal. Untuk membuat sebuah partisi klik tanda plus (+).
j. Pertama, kita akan membuat partisi Swap. Tentukan ukuran dari partisi ini sesuai keinginan Anda tetapi saya sarankan jangan terlalu besar. Disini ukuran Swap saya 1GB. Kemudian, pilih “Primary” lalu pilih “Beginning of this space”. Di kotak Use as pilih “swap area”. Menurut saya, partisi swap area merupakan partisi yang sangat penting (harus ada). Lalu klik OK.
k. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah. Kemudian, pilih bagian yang free space, kemudian klik add atau tanda plus (+) seperti pada gambar.
l. Kedua, kita akan membuat partisi Root. Kemudian, pilih “Logical” lalu pilih “Beginning of this space”. Di kotak Use as pilih “Ext4 journaling file system” dan pada kotak Mount point pilih /. Klik OK.
m. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar dibawah ini. Terdapat 2 buah partisi yaitu swap area dan /. Klik Install Now. Klik Continue.
n. Untuk zona waktu, saya memilih Medan (lokasi dimana saya berada), lalu klik Continue.
o. Pilih bahasa inputan keyboard disini saya memilih English (US)
p. Selanjutnya, isi data untuk user secara lengkap seperti pada gambar dibawah ini. Setelah selesai, klik Continue.
q. Tunggu sampai proses penginstalan dan penyalinan data sistem operasi selesai. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-30 menit.
r. Setelah proses instalasi selesai. Klik Restart Now
s. Nah, sekarang Anda sudah berhasil menginstal Ubuntu di laptop/PC Anda. Masukkan password yang sudah Anda buat tadi untuk masuk ke Ubuntu.
5. Virtual Box
a. Download dahulu software VirtualBoxnya, pada saat artikel ini dibuat adalah VirtualBox 5.1.20 platform.
b. Setelah didownload, silahkan doubleklik pada VirtualBox tersebut.
c. Maka akan muncul proses instalasi VirtualBox, klik next
d. Kemudian akan muncul pilihan feature, default ceklist semuanya kemudian tunggu hingga selesai instalasi.
e. Selesai instalasi, aplikasi VirtualBox sudah siap digunakan.
6. Dual Boot
a. Pengaturan boot komputer
1.) Colok USB installer Linux pada komputer atau laptop. Lakukan boot pada komputer melalui flashdisk tersebut dengan mengatur media boot pada bios. Untuk beberapa komputer terdapat shortcut pada keyboard untuk memilih media boot. Biasanya dengan menekan tombol F12, F9, Del, atau F2. Sobat juga dapat masuk ke bios untuk melakukan pengaturan boot. Silahkan baca buku manual komputer sobat untuk dapat mengetahuinya atau cari di internet. Jika telah menekan tombol yang tepat, maka biasanya muncul pilihan perangkat yang dapat dipilih sebagai media untuk boot.
Jika flashdisk terbaca makan muncul pilihan flashdisk pada saat boot sebagaimana gambar di atas. Pilih flashdisk sobat dan tekan Enter.
2.) Pilih bahasa penginstalan. Sekedar saran pilih bahasa Inggris saja agar nantinya tidak bingung ketika menginstall. Jika sobat menggunakan media installer flashdisk, maka tidak ada pilihan bahasa.
3.) Selanjutnya, pilih Try Ubuntu wihtout installing. Pilihan ini untuk masuk ke dalam sistem operasi Linux Ubuntu agar kita dapat melakukan pengaturan partisi harddisk.
4.) Tunggu hingga proses boot selesai. Selanjutnya pilih “Try Ubuntu” untuk mengatur dan membuat partisi Linux dan tunggu hingga proses load desktop linux benar-benar selesai.
b. Pengaturan partisi
1.) Buka aplikasi GParted dengan cara klik logo Ubuntu, ketik gparted. Atau jika menggunakan distro lain, silahkan cari gparted pada menu pencarian.
2.) Setelah mengklik GParted, maka aplikasi akan terbuka. Tunggu hingga aplikasi selesai mendeteksi harddisk komputer.
3.) Selanjutnya adalah membuat partisi baru untuk Linux.
4.) Klik partisi yang akan dipotong sebagai partisi Linux dan klik resize.
5.) Tarik panah sebelah kanan ke kiri untuk membat ruang kosong pada partisi. Partisi kosong ini nantinya akan dijadikan partisi Linux dan swap. Size baru dapat dilihat pada indikator ketiga (free space). Pastikan ukurannya minimal 10GB. Klik Resize/Move untuk menerapkan perubahan.
6.) Selanjutnya klik partisi kosong tersebut dan klik Create a New Partition.
7.) Kosongkan sedikit ruang untuk swap partisi. Pastikan partisi yang dibuat adalah primary dan file systemnya adalah ext4 atau ext3. Klik add untuk menerapkan.
8.) Ulangi langkah 6. Kali ini pilih file system linux-swap dan klik add.
9.) Klik tombol Apply All Operations dan klik Apply untuk mulai menerapkan perubahan ke HDD. Tunggu hingga proses selesai.
10.) Jika berhasil, maka akan seperti gambar di bawah.
11.) Selanjutnya adalah mengaktifkan boot partisi Linux. Klik kanan partisi Linux dan pilih manage flag.
12.) Centang “boot”. Jika telah tercentang, tutup program.
c. Penginstalan linux
1.) Setelah pengaturan partisi selesai, selanjutnya adalah melakukan penginstalan. Klik 2x Install Ubuntu dan tunggu hingga dialog penginstalan terbuka.
2.) Klik Continue untuk melanjutkan.
3.) Hilangkan semua centang dan klik Continue
4.) Pada dialog selanjutnya kita harus berhati-hati memilih agar data-data kita aman. Pilih Something else dan klik continue. Tunggu harddisk selesai terload.
5.) Klik partisi Linux yang dibuat tadi kemudia klik change. Harap teliti dalam memilih partisi!
6.) Lakukan pengaturan sebagaimana gambar di bawah (kecuali kapasitas partisi). Pilih mount point “/” untuk menjadikan partisi sebagai root folder. Klik OK.
7.) Selanjutnya untuk boot loader, pilih partisi Linux karena flag boot telah diaktifkan pada partisi tersebut. Hal ini agar boot loader Windows tidak terganggu ketika nantinya akan menghapus Linux dari komputer.
8.) Klik Install Now dan pada dialog konfirmasi selanjutnya klik Continue.
9.) Pada tahap ini proses install telah berjalan. Langkah selanjutnya adalah melengkapi pengaturan yang lainnya.
10.) Pilih lokasi tempat tinggal. Lokasi ini untuk mengatur jam secara otomatis. Klik continue untuk melanjutkan.
11.) Untuk pengaturan keyboard diabaikan saja dengan mengklik continue.
12.) Tahap terakhir adalah mengisi identitas pengguna dan password. Isi sesuai dengan identitas (nama, username, password) yang diinginkan. Klik continue ketika selesai.
13.) Saat proses instalasi selesai, maka akan muncul dialog untuk merestart sistem. Klik Restart Now.
14.) Jika proses instalasi berhasil, maka pada saat booting kita dapat memilih sistem operasi yang akan dijalankan
sumber :
https://haiwiki.info/teknologi/cara-instal-windows-7/
https://rhiel.id/cara-instalasi-virtualbox-di-windows/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar